<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Santoso Putra</title>
	<atom:link href="http://www.santosoputra.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.santosoputra.com</link>
	<description>... return</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Aug 2011 02:54:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Teori Z Pada Manajemen Sumber Daya Manusia</title>
		<link>http://www.santosoputra.com/teori-z-pada-manajemen-sumber-daya-manusia/</link>
		<comments>http://www.santosoputra.com/teori-z-pada-manajemen-sumber-daya-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 18:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.santosoputra.com/?p=962</guid>
		<description><![CDATA[Teori Z dicetuskan / diciptakan oleh William Ouchi. Teori ini sudah banyak diimplementasikan / dijalankan pada banyak perusahaan di Amerika Serikat dan Jepang. Teori Z adalah lebih menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan yang dapat membuat para pekerja menjadi nyaman, betah, senang dan merasa menjadi bagian penting dalam perusahaan. Dengan demikian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div class="simplePullQuote">jika perusahaan mengalami krisis, maka para pegawai tidak akan dipecat atau phk.</div> Teori Z dicetuskan / diciptakan oleh William Ouchi. Teori ini sudah banyak diimplementasikan / dijalankan pada banyak perusahaan di Amerika Serikat dan Jepang. Teori Z adalah lebih menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan yang dapat membuat para pekerja menjadi nyaman, betah, senang dan merasa menjadi bagian penting dalam perusahaan. Dengan demikian maka karyawan akan bekerja dengan lebih efektif dan efisien dalam melakukan pekerjaannya.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-964" title="teori x,y,z" src="http://www.santosoputra.com/wp-content/uploads/2011/06/teori-xyz.gif" alt="" width="367" height="217" /></p>
<p>Berikut ini adalah syarat dan ciri dari perusahaan yang menerapkan teori z :<br />
<span id="more-962"></span><br />
1. Tanggung jawab diberikan secara perorangan atau individual.</p>
<p>2. Karyaban bebas bekerja menggunakan keterampilan yang dimilikinya.</p>
<p>3. Karyawan dipekerjakan seumur hidup dan jika perusahaan mengalami krisis, maka para pegawai tidak akan dipecat atau phk.</p>
<p>4. Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara konsensus atau secara terbuka. Walaupun akan memakan waktu yang lebih lama namun tingat keberhasilan pengimplementasian hasil keputusan yang didapat akan lebih tinggi karena mendapat dukungan dari mayoritas pekerja.</p>
<p>5. Promosi dilakukan perlahan-lahan dari bawah, dan proses evaluasi prestasi dan promosi dilakukan dengan hari-hati agar tidak menimbulkan masalah dengan para karyawan.</p>
<p>(Credit link: sumber dari <a href="http://organisasi.org/teori_z_pada_manajemen_sumber_daya_manusia_karyawan_pegawai_ilmu_manajemen_sdm" target="_blank">http://organisasi.org/teori_z_pada_manajemen_sumber_daya_manusia_karyawan_pegawai_ilmu_manajemen_sdm</a> )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.santosoputra.com/teori-z-pada-manajemen-sumber-daya-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teori Kaizen Pengembangan Berkesinambungan</title>
		<link>http://www.santosoputra.com/teori-kaizen-pengembangan-berkesinambungan/</link>
		<comments>http://www.santosoputra.com/teori-kaizen-pengembangan-berkesinambungan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 22:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.santosoputra.com/?p=958</guid>
		<description><![CDATA[Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus atau berkesinambungan dalam perusahaan bisnis. Kaizen melibatkan pemodal, karyawan dan manajer semua lini dalam perusahaan untuk pengembangan perusahaan ke arah yang lebih baik. Kaizen berasal dari Bahasa Jepang yaitu kai artinya perubahan dan zen artinya baik. Di Cina kaizen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div class="simplePullQuote">Untuk ukuran Indonesia, teori ini mungkin akan agak sulit untuk diimplementasikan</div> Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus atau berkesinambungan dalam perusahaan bisnis. Kaizen melibatkan pemodal, karyawan dan manajer semua lini dalam perusahaan untuk pengembangan perusahaan ke arah yang lebih baik.</p>
<p>Kaizen berasal dari Bahasa Jepang yaitu kai artinya perubahan dan zen artinya baik. Di Cina kaizen bernama gaishan di mana gai berarti perubahan / perbaikan dan shan berarti baik / benefit. Kaizen merupakan aktivitas harian yang pada prinsipnya memiliki dasar sebagai berikut :</p>
<p>1. Berorientasi pada proses dan hasil.<br />
2. Berpikir secara sistematis pada seluruh proses.<br />
3. Tidak menyalahkan, tetapi terus belajar dari kesalahan yang terjadi di lapangan.<br />
<span id="more-958"></span><br />
Untuk ukuran Indonesia, teori ini mungkin akan agak sulit untuk diimplementasikan karena anggapan dan budaya kebanyakan orang yang nerimo saja dan juga mudah puas atas prestasi yang telah dicapai. Jarang ada karyawan atau buruh yang mau bekerja tambahan dengan memikirkan hal-hal tentang kemajuan perusahaan tanpa dibayar sepeserpun.</p>
<p>(Credit link: sumber dari <a href="http://organisasi.org/teori-kaizen-dari-jepang-pengembangan-berkesinambungan-terus-menerus-manajemen-dan-karyawan" target="_blank">http://organisasi.org/teori-kaizen-dari-jepang-pengembangan-berkesinambungan-terus-menerus-manajemen-dan-karyawan</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.santosoputra.com/teori-kaizen-pengembangan-berkesinambungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teori Perilaku X dan Y Douglas McGregor</title>
		<link>http://www.santosoputra.com/teori-perilaku-x-dan-y-douglas-mcgregor/</link>
		<comments>http://www.santosoputra.com/teori-perilaku-x-dan-y-douglas-mcgregor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 07:15:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.santosoputra.com/?p=954</guid>
		<description><![CDATA[Teori perilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para manajer / pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai yaitu teori x atau teori y. Teori [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div class="simplePullQuote">Untuk kriteria karyawan yang memiliki tipe teori X adalah karyawan dengan sifat yang tidak akan bekerja tanpa perintah, sebaliknya karyawan yang memiliki tipe teori Y akan bekerja dengan sendirinya tanpa perintah atau pengawasan dari atasannya.</div> Teori perilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para manajer / pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai yaitu teori x atau teori y.</p>
<blockquote><p><strong>Teori X</strong><br />
Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya <strong>manusia adalah makhluk pemalas</strong> yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.</p>
<p><strong>Teori Y</strong><br />
Teori ini memiliki anggapan bahwa <strong>kerja adalah kodrat manusia</strong> seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.</p></blockquote>
<p><span id="more-954"></span><br />
Penelitian teori x dan y menghasilkan teori gaya kepemimpinan ohio state yang membagi kepemimpinan berdasarkan skala pertimbangan dan penciptaan struktur. Teori ini diungkapkan oleh Douglas McGregor yang mengemukakan strategi kepemimpinan efektif dengan menggunakan konsep manajemen partisipasi. Konsep terkenal dengan menggunakan asumsi-asumsi sifat dasar manusia. Pemimpin yang menyukai teori X cenderung menyukai gaya kepemimpinan otoriter dan sebaliknya, seorang pemimpin yang menyukai teori Y lebih menyukai gaya kepemimpinan demokratik. Untuk kriteria karyawan yang memiliki tipe teori X adalah karyawan dengan sifat yang tidak akan bekerja tanpa perintah, sebaliknya karyawan yang memiliki tipe teori Y akan bekerja dengan sendirinya tanpa perintah atau pengawasan dari atasannya. Tipe Y ini adalah tipe yang sudah menyadari tugas dan tanggung jawab pekerjaannya.</p>
<p>(dikutip dari beberapa sumber)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.santosoputra.com/teori-perilaku-x-dan-y-douglas-mcgregor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teori Motivasi Abraham Maslow dan Implikasinya</title>
		<link>http://www.santosoputra.com/teori-motivasi-abraham-maslow-dan-implikasinya/</link>
		<comments>http://www.santosoputra.com/teori-motivasi-abraham-maslow-dan-implikasinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 23:18:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Maslow]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.santosoputra.com/?p=946</guid>
		<description><![CDATA[Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat mengenai konsep motivasi manusia dan mempunyai lima hierarki kebutuhan, yaitu : · Kebutuhan yang bersifat fisiologis (lahiriyah). Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan dan papan. Teori ini bisa dikatakan sebagai suatu hal yang memang mendasari seseorang untuk melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;">Teori  motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar  pada pendapat mengenai konsep motivasi manusia dan mempunyai lima  hierarki kebutuhan, yaitu :</span><br />
<img src="http://www.santosoputra.com/wp-content/uploads/2011/06/maslow-300x225.png" alt="" title="maslow" width="300" height="225" class="center size-medium wp-image-947" /><br />
<strong><span style="font-size: small;">·</span> <span style="font-size: small;">Kebutuhan yang bersifat fisiologis</span><span style="font-size: small;"> (lahiriyah)</span></strong><span style="font-size: small;">. </span><span style="font-size: small;">Manifestasi  kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan dan papan.  Teori ini bisa dikatakan sebagai suatu hal yang memang mendasari  seseorang untuk melakukan sesuatu demi mendapatkan kebutuhan ini. </span><strong><span style="font-size: small;">Example</span></strong><span style="font-size: small;">, Bagi karyawan, kebu</span><span style="font-size: small;">tuhan  akan gaji, uang lembur, rumah, kendaraan dll, yang merupakan kebutuhan  pokok, menjadi motif dasar dari karyawan itu sendiri mau bekerja,  menjadi efektif dan dapat memberikan produktivitas yang tinggi bagi  organisasi.</span></p>
<p><strong><span style="font-size: small;">·</span> <span style="font-size: small;">Kebutuhan keamanan dan keselam</span><span style="font-size: small;">atan kerja (Safety Needs)</span></strong><span style="font-size: small;">. </span><span style="font-size: small;">Kebutuhan ini mengarah kepada rasa keamanan, ketentraman dan jaminan  seseorang dalam kedudukannya, jabatannya, wewenangnya dan tanggung  jawabnya sebagai karyawan. Dia dapat bekerja dengan antusias dan penuh  produktivitas bila di</span><span style="font-size: small;">rasakan adanya jaminan formal atas kedudukan dan wewenangnya. </span><strong><span style="font-size: small;">Example,</span></strong> <span style="font-size: small;">kebutuhan ini lebih </span><span style="font-size: small;">dibutuhkan  bagi seseorang yang bekerja dalam organisasi yang menghasilkan produk  berupa barang, tidak hanya keselamatan dan keamanan dalam kedudukan,  tetapi keamanan dan keselamatan pekerjaan itu sendiri, seperti para  buruh yang bekerja pada pabrik yang mengolah bahan kimia, mereka butuh  rasa keamanan yang tinggi, buruh bangunan.</span></p>
<p><strong><span style="font-size: small;">·</span> </strong><span style="font-size: small;"><strong>Kebutuhan sosial (Social Needs)</strong>. </span><span style="font-size: small;"></span><span style="font-size: small;">Kebutuhan  akan kasih sayang dan bersahabat (kerjasama) dalam kelompok kerja atau  antar kelompok. Kebutuhan akan diikutsertakan, mening-katkan relasi  dengan pihak-pihak yang diperlukan dan tumbuhnya rasa kebersamaan termas</span><span style="font-size: small;">uk adanya sense of belonging dalam organisasi</span><strong><span style="font-size: small;">. Example,</span></strong> <span style="font-size: small;">biasa  lebih diperlukan oleh karyawan yang diharuskan bekerja dibalik meja  atau computer, terutama seperti mereka yang bekerja sebagai  administrator dalam suatu jejaring sosial, meskipun mereka bisa  bersosialisasi lewat dunia maya, tetap saja mereka membutuhkan kehadiran  orang-orang sekitar yang dapat diajak kerja sama dan bisa diajak  berbicara sambil menunjukkan emosinya.</span><br />
<span id="more-946"></span><br />
<span style="font-size: small;"> </span></p>
<p><strong><span style="font-size: small;">·</span> <span style="font-size: small;">Kebutuhan akan prestasi (Esteem Needs)</span></strong><span style="font-size: small;">. </span><span style="font-size: small;">Kebutuhan akan kedudukan dan promosi dibidang kepegawaian. Kebutuhan  akan simbol-simbol dalam statusnya seseorang serta prestise yang  ditampilkannya. </span><strong><span style="font-size: small;">Example,</span></strong> <span style="font-size: small;"> setiap karyawan memiliki prestasi masing-masing, dala</span><span style="font-size: small;">m  hal itu mereka berkompetisi dalam menyelesaikan tugas sebaik-baiknya,  setelah pencapaian usaha mereka dinilai baik oleh organisasi dan atasan,  biasanya mereka diberikan piagam, atau suatu emblem yang dapaut  menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang berhasil dalam bidangnya sesuai  dengan yang diharapkan organisasi. Kebutuhan akan hal tersebut  memancing mereka untuk terus giat menapaki bidangnya masing-masing.</span></p>
<p><strong><span style="font-size: small;">·</span> <span style="font-size: small;">Kebutuhan Akutualisasi Diri (Self Actualization)</span></strong><span style="font-size: small;">.</span><span style="font-size: small;"> Setiap orang ingin mengembangkan kapasitas kerjanya dengan baik. Hal  ini merupakan kebutuhan untuk mewujudkan segala kemampuan (kebolehannya)  dan seringkali nampak pada hal-hal yang sesuai untuk mencapai </span><span style="font-size: small;">citra  dan cita diri seseorang. Dalam motivasi kerja pada tingkat ini  diperlukan kemampuan manajemen untuk dapat mensinkronisasikan antara  cita diri dan cita organisasi untuk dapat melahirkan hasil produktivitas  organisasi yang lebih tinggi.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Teori  Maslow tentang motivasi secara mutlak menunjukkan perwujudan diri  sebagai pemenuhan (pemuasan) kebutuhan yang bercirikan pertumbuhan dan  pengembangan individu. Perilaku yang ditimbulkannya dapat dimotivasikan  oleh manajer dan diarahkan sebagai subjek-subjek yang berperan. Dorongan  yang dirangsang ataupun tidak, harus tumbuh sebagai subjek yang  memenuhi kebutuhannya masing-masing yang harus dicapainya dan sekaligus  selaku subjek yang mencapai hasil untuk sasaran-sasaran organisasi.</span></p>
<p><span style="font-size: small;">Kebutuhan-kebutuhan  yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang  diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya  sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan  klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi  kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan  intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya  karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan  manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat  psikologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual. </span><span style="font-size: small;"> </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Credit link: dikutip dari <a href="http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_6618/title_teori-motivasi-abraham-maslow-dan-implikasinya/" target="_blank">http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_6618/title_teori-motivasi-abraham-maslow-dan-implikasinya/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.santosoputra.com/teori-motivasi-abraham-maslow-dan-implikasinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Penjualan &#8211; Belajar Dari Joe Girard</title>
		<link>http://www.santosoputra.com/manajemen-penjualan-belajar-dari-joe-girard/</link>
		<comments>http://www.santosoputra.com/manajemen-penjualan-belajar-dari-joe-girard/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 10:19:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Joe Girard]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[Salesman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.santosoputra.com/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[Manajemen Penjualan ala Joe Girard sudah dipelajari dan diterapkan oleh banyak salesman dari seluruh dunia. Intinya adalah menerapkan ilmu dan seni staying in touch dengan pelanggan secara sempurna. Siapakah Joe Girard? Ia diberi gelar “The World’s Greatest Salesman” oleh Guinness Book of World Records. Namanya ada di sana. Joe adalah seorang penjual mobil pada tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.santosoputra.com/wp-content/uploads/2011/04/joegirard2-192x300.jpg" alt="" title="joe girard" width="192" height="300" class="alignright size-medium wp-image-927" /><strong>Manajemen Penjualan ala Joe Girard </strong>sudah dipelajari  dan diterapkan oleh banyak salesman dari seluruh dunia. Intinya adalah  menerapkan ilmu dan seni staying in touch dengan pelanggan secara  sempurna.</p>
<p><strong><em>Siapakah Joe Girard? Ia diberi gelar “The World’s Greatest Salesman” oleh Guinness Book of World Records</em></strong>.  Namanya ada di sana. Joe adalah seorang penjual mobil pada tahun  1960-1970 di Detroit, Amerika Serikat. Di tempatnya bekerja, ada  wiraniaga lain yang menjual mobil dengan tipe dan harga yang sama  seperti yang ditawarkan Joe. Salesman tersebut dapat menjual 3 mobil per  bulan. Joe dapat menjual 6 mobil per hari! Bahkan, di puncak kariernya,  untuk membeli mobil dari Joe, Anda harus membuat janji dua minggu  sebelumnya…dan saat Anda datang di hari yang telah disepakati, Anda akan  melihat banyak orang yang ingin membeli darinya sehingga Anda harus  mengambil nomor untuk mengantri!</p>
<p><strong>Sebelum dinobatkan sebagai The World’s Greatest Salesman, kesuksesannya tentu telah diselidiki oleh panitia Guinness Books.</strong> Mereka menemukan bahwa semua mobil yang diakui Joe dijual olehnya  sendiri, ternyata memang dijualnya secara personal. Terlebih lagi, yang  membuat hal tersebut menakjubkan adalah pelanggan yang telah membeli  mobil dari Joe tiga tahun lampau, ternyata masih mengingat namanya!  Tidak hanya beberapa dari mereka, namun SEMUA mengingat nama Joe dengan  rasa gembira! Bagaimana mungkin ini terjadi?<br />
<span id="more-923"></span><br />
<strong>Manajemen Penjualan Joe Girard punya satu sistem jemput bola (follow-up) dalam dunia penjualan</strong>. Kenyataannya, sistem ini pun telah menjadi subjek dari sekolah bisnis Harvard.</p>
<p><strong><em>Joe mengirimkan sebuah kartu ucapan kepada semua  pelanggannya, tidak hanya di Tahun Baru, Natal, dan hari ulang tahun  mereka, tetapi SETIAP BULAN!</em></strong> Bulan Januari, ia mengirimkan  kartu Selamat Tahun Baru. Di dalam kartu, ia menempelkan sebuah stiker  “I Like You”. Bulan Februari, ia mengirimkan kartu Valentine, juga  dengan tempelan stiker “I Like You” di dalamnya. Bulan Maret, ia  mengirimkan kartu ucapan lain sesuai dengan hari libur nasional yang  jatuh pada bulan itu, lagi dengan stiker “I Like You”… Ia melakukan ini  setiap bulan! Kartunya bukanlah kartu biasa, namun sebuah kartu lucu dan  manis yang membuat penerimanya tertawa! Ketika pelanggan berkumpul  dengan teman dan kerabatnya, seringkali kartu tersebut menjadi bahan  pembicaraan dan orang lain pun tahu tentang Joe Girard, si penjual ulung  ini. Acap kali teman atau kerabat pelanggannya berkomentar, “Wow, Anda  sungguh beruntung… Salesman Anda sangat menghargai Anda dengan  mengirimkan kartu ini setiap bulan. Salesman saya justru tidak pernah  mengirimkan satu kartu pun kepada saya!”</p>
<p><strong><em>Dengan menggunakan sistem kartu yang sederhana ini, Joe  mengingatkan pelanggannya bahwa, ”Hey, saya masih di sini, saya masih  menjual mobil dan saya sangat senang jika Anda membeli mobil lain dari  saya, atau jika Anda mereferensikan seorang kerabat atau teman Anda  kepada saya!”</em></strong> Dengan sistem kartu tersebut, Joe “masuk” ke  dalam ruang tamu pelanggannya setiap bulan tanpa hadir secara fisik di  sana. Melalui sistem kartu ini pula, Joe menjadi topik pembicaraan di  antara pelanggan dan teman-teman mereka. Ini adalah iklan positif yang  free dan referensi yang bersifat word of mouth! Apa yang lebih powerful  dari ini?</p>
<p>Bagaimana dengan Anda? Apakah pelanggan mengingat Anda? Apakah mereka  berbicara positif tentang Anda? Apakah yang akan Anda lakukan terhadap  hal itu? Mengaculah kepada <strong>manajemen penjualan</strong> Joe Girard.</p>
<p>(Credit link: sumber dari <a href="http://www.jamesgwee.info/jamesgweearticle/belajar-dari-joe-girard-the-worlds-greatest-salesman" target="_blank">http://www.jamesgwee.info/jamesgweearticle/belajar-dari-joe-girard-the-worlds-greatest-salesman</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.santosoputra.com/manajemen-penjualan-belajar-dari-joe-girard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip Sukses Joe Girard</title>
		<link>http://www.santosoputra.com/prinsip-sukses-joe-girard/</link>
		<comments>http://www.santosoputra.com/prinsip-sukses-joe-girard/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 09:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Joe Girard]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.santosoputra.com/?p=916</guid>
		<description><![CDATA[Berikut prinsip sukses Joe Girard, salesman yang menjual 13.000 mobil dalam 15 tahun! 1. Miliki sikap positif berkumpul dengan orang positif, jauhi orang cengeng dan pengeluh, karena mereka akan menarik Anda turun ke level mereka. Jika sesuatu dalam hidupmu tidak berjalan baik, simpanlah dalam hati Anda, tak seorang pun ingin mendengar Anda mengeluh. Buatlah orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.santosoputra.com/wp-content/uploads/2011/06/joegirard1.jpg" alt="" title="joe girard" width="120" height="120" class="alignright size-full wp-image-917" />Berikut prinsip sukses Joe Girard, salesman yang menjual 13.000 mobil dalam 15 tahun!</p>
<p>1. Miliki sikap positif<br />
berkumpul dengan orang positif, jauhi orang cengeng dan pengeluh, karena mereka akan menarik Anda turun ke level mereka. Jika sesuatu dalam hidupmu tidak berjalan baik, simpanlah dalam hati Anda, tak seorang pun ingin mendengar Anda mengeluh. Buatlah orang meyakini bahwa Anda memiliki waktu yg menyenangkan bersama mereka</p>
<p>2. Organisasikan Hidup Anda<br />
Buatlah Buku janji temu sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan kata yg memuakkan: “SAYA KELUPAAN”. Pada akhir setiap hari, renungkan apa yg telah dan belum Anda lakukan, agar Anda menjadi dikuatkan untuk menghadapi hari berikutnya. Jika Anda tahu kemana Anda akan menuju, kesanalah Anda akan berada. Jika Anda tidak tahu, maka Anda TERSESAT!</p>
<p>3. Bekerja Saat Jam Kerja<br />
Jangan buang waktu makan siang terlalu lama, dan hanya makan bersama orang yang dapat menolong persoalan Anda. Jangan mundur dari jam kerja terlalu dini, jika iya maka anda adalah ORANG YANG KALAH.</p>
<p>4. Cermati Kebiasaan yg Ditolak oleh Joe Girard<br />
Jangan merokok atau mengunyah tembakau, jangan makan permen, jangan pakai parfum berlebihan, jangan bercanda kotor, dilarang mengeluarkan napas alkohol. Pria jangan pakai anting saat bekerja. Buat ‘silent’ hp Anda – karena mengganggu. Pembunuh terbesar dari semua hal ini adalah: TIDAK TEPAT WAKTU.<br />
<span id="more-916"></span><br />
5. Berbusana TEPAT<br />
Orang macam apa yang sedang berhubungan bisnis dengan Anda? Apakah Anda menjual pada pekerja kerah biru? Jangan pakai baju seharga jutaan dan sepatu lux, perhiasan atau jam mewah (karena akan mengganggu). Pakailah perlengkapan itu pada waktu Anda sendiri, jangan pada saat Anda bekerja – busana dapat memadamkan niat beli orang.</p>
<p>6. Mendengar<br />
Orang bisa komplain jika Anda tidak mendengar. Semakin lama Anda mendengarkan, semakin merasa ‘terhutang’ orang lain terhadap diri Anda. Semakin Anda mendengar, semakin besar kemungkinan Customer berbisnis dengan Anda. Mendengar, menunjukkan Anda peduli. “Mulut digunakan untuk makan -jaga mulut Anda tetap diam!” Diam itu Emas.</p>
<p>7. Senyum!<br />
Sebuah senyum akan meningkatkan “nilai wajah” Anda. Jika orang lebih sering tersenyum, customer Anda akan merasa lebih baik dan lebih ingin berbisnis dengan Anda, plus itu baik untuk kesehatan Anda!</p>
<p>8. Balas semua Telpon &#038; Email<br />
Tidak membalas panggilan telpon atau email adalah cara untuk kehilangan customer dan teman. Balas panggilan dan email Anda segera secepatnya. Jika tidak, itu sama halnya dengan “menghanguskan jembatan.”!</p>
<p>9. Katakan Kebenarannya<br />
Kalau sekali Anda tertangkap berbohong, Anda akan selalu menjadi pembohong. Bahkan jika Anda menyampaikan kebenaran pada akhir hidup Anda, Anda tidak akan dipercayai atau dipercayakan lagi. Bahkan hingga Anda MATI.</p>
<p>10. Jangan Pasang Harga terlalu TINGGI<br />
Jika iya, dan customer Anda membandingkan penawaran Anda dengan orang lain, Anda telah kehilangan dia. Take a little and leave a little (ambil sedikit dan tinggalkan sedikit). Joe hanya bekerja dengan keuntungan kecil, namun dia memiliki VOLUME yang BESAR, setara dengan penjualan ritel 6 mobil SETIAP HARI! Dari kata orang: Anda tidak dapat mengalahkan HARGA JOE GIRARD.</p>
<p>11. Berdiri di Depan Produk dan Layanan Anda, bukan di belakangnya.<br />
Hal Terpenting untuk dilakukan bagi customer adalah LAYANI MEREKA, dan mereka akan berbisnis dengan Anda sekali dan berkali-kali kemudian. Inilah kenapa JOE GIRARD jadi #1 di DUNIA.</p>
<p>12. Kuncilah setiap Penjualan<br />
Setelah Anda menutup penjualan, tanya pada Customer Anda, mengapa mereka membeli dari Anda -jika mereka mengatakan sebabnya, mereka sedang memupuk kepercayaan mereka di dalam Anda. Sejadinya, tidak ada lagi pembeli yang undur, yang berarti tidak akan ada pembatalan.</p>
<p>13. Beri Diri Anda Reward<br />
Perlakukan Diri Anda dengan baik untuk semua Kerja Cerdas yang telah Anda lakukan. ANDA BERHAK MENERIMANYA! </p>
<p>(Credit link: sumber dari <a href="http://karanetclub.wordpress.com/2010/08/25/prinsip-sukses-joe-girard/" target="_blank">http://karanetclub.wordpress.com/2010/08/25/prinsip-sukses-joe-girard/</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.santosoputra.com/prinsip-sukses-joe-girard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Joe Girard van Detroit</title>
		<link>http://www.santosoputra.com/joe-girard-van-detroit/</link>
		<comments>http://www.santosoputra.com/joe-girard-van-detroit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 04:35:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Joe Girard]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.santosoputra.com/?p=911</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Muhamad Ali jago tinju dunia. siapakah jago jual dunia? Kalau Anda belum pernah bekerja di bidang penjualan mobil, saya tidak yakin Anda akan mengenalnya. Dia adalah Joe Girard, world-class achiever di bidangnya. Saya ingin memperkenalkan kepada Anda sang legendaris ini. Nama Joe Girard yang kini tercatat abadi sebagai World’s Greatest Salesman menurut The Guinness [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Muhamad Ali jago tinju dunia. siapakah jago jual dunia? Kalau Anda belum pernah bekerja di bidang penjualan mobil, saya tidak yakin Anda akan mengenalnya. Dia adalah Joe Girard, world-class achiever di bidangnya. Saya ingin memperkenalkan kepada Anda sang legendaris ini. Nama Joe Girard yang kini tercatat abadi sebagai World’s Greatest Salesman menurut The Guinness Book of World Records. Latar belakangnya yang miskin penuh derita membuat suksesnya lebih bercahaya. Joe Girard adalah pahlawan wiraniaga terbesar yang bisa disejajarkan dengan Rudy Hartono di bulu-tangkis, Karpov di catur, atau Pele di sepakbola.</p>
<blockquote><p>Joe Girard, yang tinggal di Detroit ini, selama 12 tahun berturut-turut berhasil menjual puluhan ribu mobil –sendirian– dengan rata-rata penjualan 6 kendaraan per hari. Penjualan ini ekivalen dengan kinerja sebuah dealer mobil berukuran top di Indonesia dengan dukungan karyawan 30-an orang.</p></blockquote>
<p>Bulan Oktober 1992 dia datang ke Indonesia dan memukau ratusan pendengarnya, yang membayar US$ 250.00 per orang, dalam seminar setengah hari di Jakarta Hilton. Di sana ia menceritakan kiat-kiatnya menjadi jago dunia.<br />
<span id="more-911"></span><br />
Berikut adalah analisis saya tentang profil keberhasilan spektakuler Joe Girard yang saya dengar dari ceramah itu, dan dilengkapi oleh informasi dari beberapa buku tulisannya. Sekaligus saya ingin mencoba mendeskripsikan profil seorang jago dunia secara umum.</p>
<p><strong>1. Jago Dunia Memiliki Tekad Baja</strong><br />
Barangkali karakter Joe Girard yang paling menonjol adalah niat dan tekadnya yang sangat kuat untuk berhasil. Anda dapat menerjemahkan niat dan tekad ini sebagai ambisi suci, keinginan mulia, atau kerinduan agung. Apa pun namanya, niat besar ini telah memberinya semacam tenaga batin (inner power) yang luar biasa untuk meretas<br />
belenggu-belenggu kegagalan dan keterbatasan, serta meraih sukses dalam karirnya.</p>
<p>Untuk berhasil, apalagi sampai tingkat dunia seperti Joe Girard, sejumlah hambatan dan rintangan seperti kemalasan, ketakutan, godaan, keterbatasan pengetahuan, keterbatasan relasi, kurang fasilitas, kurang modal dan 1001 kekurangan lainnya harus diatasi.</p>
<p>Joe Girard sendiri tidak lulus SMP, dibesarkan di daerah kumuh oleh seorang ayah mafia kelas teri, berkali-kali ditangkap polisi karena mencuri dan kriminal lainnya. Latar belakangnya sungguh muram. Tetapi tekadnya untuk berhasil lebih kuat daripada kelemahan yang membelenggu dirinya. Hal itu pula yang memampukannya mengatasi<br />
kelaparan, kehausan, kelelahan, tekanan, ejekan, pelecehan, salah pengertian, bahkan tantangan dan ancaman.</p>
<p><strong>2. Jago Dunia Digerakkan Oleh Visi</strong><br />
Joe Girard sangat fasih menuturkan apa yang dikehendakinya, seolah-olah impiannya tersebut sudah ada, sudah terlihat, sudah nyata. Kemampuannya menyentuh ikhwal imajiner ini bahkan sudah sampai ke tahap emosional, artinya emosinya sudah mampu merangsang kehendaknya atas hasil masa depan yang dirindukannya. Inilah yang secara praktis saya sebut dengan visi atau sasaran agung, yakni kemampuan melihat dan merasakan sesuatu pada ruang masa depan.</p>
<p>Apa manfaat praktis dari sebuah visi? Manfaat terbesar adalah menyediakan arah, tuntunan, dan gairah hidup bagi sang visioner. Dengan demikian, upaya dan kegiatannya menjadi efektif dan sekaligus juga efisien. Di pihak lain, orang yang tidak punya visi gampang teralihkan dan kemudian terombang-ambingkan. Ia tidak tahu apa yang dikehendakinya. Kadang, meskipun tahu, tetapi tidak sejelas kristal, dengan akibat tidak punya daya, powerless.</p>
<p><strong>3. Jago Dunia Tekun dan Tabah</strong><br />
Ketekunan dan ketabahan adalah kemampuan menyelesaikan suatu pekerjaan sampai tuntas, selesai dan berhasil, apa pun halangannya. Lawan sifat ini adalah gampang menunda. Orang yang tidak tekun mudah menyerah pada godaan sesaat –menyimpang dari rel visi– yang umumnya dapat digolongkan pada tiga kategori: nafsu mata, nafsu perut, dan<br />
nafsu libido.</p>
<p>Meskipun pemenuhan nafsu-nafsu di atas tidak salah, bahkan esensial bagi eksistensi kehidupan kita, tetapi pemenuhan berlebihan (indulgency) tidaklah menyehatkan pada tingkat psikologis. Pada taraf tertentu, nafsu-nafsu itu perlu didisiplinkan dan ditahan. Secara umum inilah tujuan paling praktis dari tradisi ber-puasa, berpantang, bertarak, atau mutih.</p>
<p>Bertekun mengerjakan sesuatu memerlukan pengorbanan, dalam bentuknya yang khusus, menolak pemenuhan ketiga nafsu di atas untuk sementara, sampai tugas itu tuntas selesai. Menunda sebuah pekerjaan penting demi acara tinju di TV misalnya, adalah contoh ketidaktekunan. Cita-cita menjadi jago dunia pun tinggal ilusi.</p>
<p>Joe Girard memahami arti ketekunan ini. Dia melakoninya hingga tuntas. Kisahnya memelihara ribuan file pelanggan dan mengirimkan kepada masing-masing satu kartu khusus setiap bulan adalah salah satu contoh ketekunannya. Menurut Joe Girard, tidak ada pelanggannya yang berhenti membeli mobil darinya, kecuali mereka pindah dari Amerika atau meninggal dunia. Juga, kisah bagaimana ia menelepon pelanggan sehari penuh sampai malam, memenangkan penjualan yang sangat dibutuhkannya ada-lah contoh ketabahannya. Dan ketekunan dan ketabahannya membuahkan hasil.</p>
<p><strong>4. Jago Dunia Selalu Berpikir Positif</strong><br />
Mental positif adalah sikap dasar dalam mendekati segala sesuatu dengan positif. Sikap positif berakar pada sejumlah keyakinan yang juga positif seperti: bekerja itu sehat; kejujuran adalah modal dasar; tanpa komitmen tiada sukses; apa pun yang terjadi selalu ada manfaatnya; kerjasama adalah kunci sukses; tahan menderita adalah sehat; hari esok tak sama dengan hari kemarin; selalu ada cara yang lebih baik dari cara sekarang; melayani berarti memimpin; memaafkan<br />
itu menyehatkan jiwa; dan 1001 keyakinan positif lainnya.</p>
<p>Joe Girard digelari sebagai The Positive Thinker No. 1 oleh Norman Vincent Peale, pengarang buku laris sepanjang zaman The Power of Positive Thinking. Dan gelar ini memang betul. Jika kita membaca buku Joe Girard, maka semangat yang paling menonjol adalah pikiran positif. Ia bahkan mampu mentransformasikan residu pengalaman negatifnya dari masa lampau menjadi tenaga pendorong positif bagi hidupnya di masa kini. Misalnya gelar sebagai “anak tidak becus” yang diberikan ayahnya sambil memukuli dirinya ketika ia masih SD –yang membekaskan luka dalam di hatinya– menjadi pemecut semangatnya untuk membuktikan sebaliknya. Tiap kali ada tendensi ia membelok dari cita-citanya, diingatkannya dirinya bahwa “anak tidak becus” akan menjadi kenyataan.</p>
<p><strong>5. Jago Dunia Selalu Bersemangat dan Antusias</strong><br />
Barangsiapa pernah melihat Joe Girard berbicara, maka dia pasti setuju bahwa antusiasme superior adalah ciri khas tokoh kita ini. Ia berlari, melompat, dan berteriak di panggung seminar. Suaranya melengking, bergetar, atau membahana di mana perlu. Lain kali suaranya mengecil dan berbisik sambil menangis. Ia berbicara dengan hati dan emosinya. Baginya panggung seminar adalah panggung teater. Ia bukan tipe seminaris yang membaca makalah dengan kering dan membosankan.</p>
<p>Akan tetapi, di luar panggung pun, Joe Girard sungguh-sungguh antusias. Ia menyapa orang-orang dengan hangat dan bersemangat. Bila kita berbicara dengannya daya magnetik pribadinya sungguh-sungguh memikat dan memukau. Kita merasa disemangati, diisi baterainya dan dikuatkan. Tidak heran, calon-calon pembeli mobilnya begitu terpikat dan membeli mobilnya dengan senang. Bahkan dikisahkannya, seorang wartawan yang semula cuma berniat mewawancarainya, akhirnya membeli mobil usai acara karena the power of enthusiasm ini.</p>
<p><strong>6. Jago Dunia Pandai Dalam Relasi Antarmanusia</strong><br />
Bisnis berarti hubungan dengan banyak orang. Semakin maju bisnis kita, semakin banyak kita harus berhubungan dengan orang lain. Konon BCA dengan tabungan TAHAPAN yang terkenal itu saja harus melayani sekitar 20 juta nasabah. Suatu jumlah yang lebih besar dari penduduk Malaysia. Berarti BCA harus membina hubungan dengan nasabah sebanyak itu. Dapat ditebak bahwa salah satu sukses BCA adalah kemampuan mereka menangani manusia. Sebaliknya dapat dipastikan, problem nomor satu pun adalah people relations juga.</p>
<p>Joe Girard menjual secara pribadi sekitar 1.500 mobil per tahun, berarti ia harus menjumpai lebih banyak lagi calon pembeli. Sesudah itu pelanggannya dipelihara melalui surat, telepon atau undangan khusus. Hasilnya 80% penjualannya adalah repeat order, yaitu penjualan berulang. Sulit dibayangkan bagaimana Joe Girard bisa sukses tanpa human relations yang canggih.</p>
<p>Dari percakapan dengan Joe Girard, mendengar ceramahnya, dan membaca bukunya, saya simpulkan bahwa prinsip utama human relations yang diterapkannya adalah “menyukai orang lain secara sungguh-sungguh.”<br />
Dalam bahasa lain dia berkata: to love my customers honestly, genuinely, sincerely.</p>
<p>Motto Joe Girard: I Like You dengan logo apel merah, telah menjadi identitas pribadinya. Ia mengucapkannnya, menerapkannya, menghayatinya dan mengkristalkannya dalam bentuk lambang dan suvenir. Tak heran Tom Peters memujinya dalam In Search of Excellence sampai dua halaman. “Joe Girard seems to care genuinely,” komentar Tom<br />
Peters mengakhiri analisisnya.</p>
<p><strong>7. Jago Dunia Kreatif Otaknya</strong><br />
Menjadi jago dunia adalah dambaan banyak orang. Kita punya energi, semangat, antusiasme, keterampilan, dan percaya diri. Itu baik dan itu sangat perlu. Tetapi tanpa strategi dan taktik yang tepat semua itu kurang berguna. Fakultas yang membimbing kualitas-kualitas di atas menjadi jago dunia ialah kecerdasan.</p>
<p>Perpustakaan saya berisi lebih dari 3 lusin literatur kewiraniagaan, tetapi jarang buku-buku tersebut menawarkan ide dan konsep baru. Buku-buku Joe Girard (3 buah banyaknya) boleh dikatakan mengandung 85% konsep-konsep standar kewiraniagaan dan 15% ide-ide baru.</p>
<p>Nah, di sini cerdasnya Joe Girard yang tidak lulus SMP itu. Dua di antara ide-ide baru tersebut yang sangat orisinil adalah Hukum Girard 250 dan Sistem mailing 12 bulan.</p>
<p>Hukum Girard 250 berkata bahwa setiap wiraniaga mempunyai pelanggan alamiah sebanyak 250 orang. Menurut Girard, dari temuannya di kantor Dinas Pemakaman, rata-rata orang mati dilayat oleh 250 orang. Girard menafsirkan, terdapat 250 orang yang sangat dekat secara emosional dengan almarhum, sehingga sampai bersedia meluangkan waktu ke rumah duka dan ke pemakaman. Nah, fenomena alamiah ini, membuat Girard berpikir bahwa terdapat 250 orang juga yang karena kedekatan emosionalnya, bersedia “berkorban” untuk seorang wiraniaga, mulai dari diganggu telepon, didatangi, dijelasi brosur, dan akhirnya membeli.</p>
<p>Maka Girard menetapkan bahwa sebagai langkah awal, dia harus bisa mengumpulkan 250 orang prospek untuk dilayani, dipelihara, dan dijuali. Dengan modal pelanggan sebanyak 250 orang ini, ekspansi pelanggan selanjutnya menjadi mudah.</p>
<p>Sistem mailing 12 bulan adalah sistem pelayanan pelanggan dimana semua pelanggannya –tanpa kecuali– pasti menerima 12 buah surat dalam setahun dari Joe Girard sendiri. Yang menarik adalah bahwa setiap bulan amplopnya berbeda baik warna maupun ukurannya. Bukan cuma itu, ucapannya pun berbeda. Mulai dari Selamat Tahun Baru<br />
(Januari), Selamat Hari Valentine (Februari), sampai Selamat Natal (Desember). Dan salah satunya tentu: Selamat Ulang Tahun dari Joe Girard. Konon surat bulanan Joe Girard selalu ditunggu-tunggu oleh puluhan ribu pelanggannya.<br />
<strong><br />
8. Jago Dunia Menjunjung Tinggi Kejujuran</strong><br />
Joe Girard menyediakan satu pasal penuh dalam bukunya untuk membahas aplikasi kejujuran dalam bisnis di bawah judul Honesty Is the Best Policy. Barangsiapa beranggapan kejujuran tidak berguna dalam bisnis, saya anjurkan membaca pasal ini.</p>
<p>Tesis Joe Girard adalah: kejujuran adalah landasan kepercayaan; kepercayaan adalah basis hubungan baik; dan hubungan baik adalah medium hubungan bisnis yang langgeng. “Jadi, jika ingin berbisnis dengan langgeng, jujurlah kepada para pelanggan. Mereka akan respek, percaya dan datang kembali,” tegas Joe Girard.</p>
<p>Memang terasa absurd berusaha melayani pelanggan agar terjadi customer satisfaction, tetapi kemudian membohongi mereka. Ini ibarat menuang nila semangkok ke dalam belanga susu yang kita jual. Bukan laba yang kita peroleh melainkan mara.</p>
<p><strong>9. Jago Dunia Jago Berkomunikasi</strong><br />
Temu muka dengan Joe Girard adalah pertemuan yang penuh semangat. Tidak ada kepasifan. Ia senantiasa aktif: bertanya, menyapa, memuji, mensugesti atau mendengar. Akibatnya kita ikut terbawa aktif. Ia tidak hanya menggunakan mulutnya tetapi juga tubuh, mata, tangan dan senyumnya. Pokoknya ia adalah seorang yang aktif-positif-dinamis dalam berkomunikasi.</p>
<p>Dalam proses komunikasi ini, ia menghilangkan jarak dan rasa takut antarmanusia. Sebaliknya tercipta suasana enak, segar dan menyenangkan yang membuat kita menerima dia, menyenangi dia, meyakini apa katanya, dan tentu akhirnya membeli mobilnya. Ia pandai sekali mengkomunikasikan isi hatinya dan isi kepalanya dengan positif,<br />
sehingga residu emosi negatif kita hilang digantikan dengan yang positif.</p>
<p><strong>10. Jago Dunia Selalu Bersikap Konsisten</strong><br />
Semua orang setuju bahwa pelaku bisnis itu harus ramah, baik, melayani, menolong, memberi perhatian, menghormati dan berusaha memuaskan pelanggannya. Namun, kata Tom Peters, “Kebanyakan kita tidak sungguh-sungguh menerapkannya. Hanya mereka yang excellent –jago dunia– yang menerapkannya secara sungguh-sungguh, tuntas, dan konsisten.”</p>
<p>Joe Girard menerapkan kiatnya, ilmu dan falsafah bisnisnya dengan konsisten. Hasilnya adalah kemajuan dan pertumbuhan. Jika akhirnya ia terkenal ke seluruh dunia, kaya dan populer, hal itu merupakan buah<br />
yang wajar dari konsistensi perilakunya. Konsistensi adalah akar keberhasilan sejati.</p>
<p>Merenungkan kisah Joe Girard, kita dapat menarik sebuah kesimpulan: bahwa menjadi world-class achiever tidaklah mudah. Tanpa kemampuan dan keahlian, khususnya tanpa motivasi superior dan stamina ekstra, seseorang tidak mungkin menjadi achiever besar. Maka pertanyaan penting adalah, dari manakah sang achiever memperoleh motivasinya sehingga ia dapat bertahan dalam arena kompetitif itu?</p>
<p>Pasti tidak dari sekadar uang saja meskipun dunia para achiever berkelimpahan dengan uang. Lagipula sudah diketahui bahwa motivasi uang selalu berbentuk kurva lonceng (bell shaped curve), maksudnya uang memang memotivasi orang, tetapi sesudah uang tersebut diperoleh, tingkat motivasinya akan turun dan melandai; mendaki mencapai puncak kurva lonceng lalu menurun menuju dasar kurva.</p>
<p>Studi saya menyimpulkan bahwa motivasi ekstra seorang achiever ternyata selalu berasal dari ruang moral-spiritual. Dari ruang inilah dapat digali pelbagai macam motivasi super, seperti demi negara, demi bangsa, demi kekasih hati, demi keindahan, demi perdamaian, demi demokrasi, demi kemajuan peradaban, demi nama keluarga, demi<br />
pengembangan diri menuju puncak kesem-purnaan, dan sebagainya.</p>
<p>Intinya, motivasi agung ini berasalah dari sebuah falsafah yang ideal dan keyakinan kuat bahwa pencapaian itu adalah baik, benar, dan mulia. Motivasi super inilah yang mampu mendukung stamina jangka panjang, terbangkitkan oleh energi psiko-emosional, seperti kekuatan kekuatan cinta, kekuatan harapan, dan kekuatan impian.</p>
<p>Dalam dunia modern dimana kompetisi antarmanusia, antar-organisasi, dan antarbangsa telah menjadi norma, maka high achievement di segala bidang menjadi tiket masuk ke arena pertandingan. Tanpa itu kita cuma jadi penonton. Dan sebagai penonton, kita harus selalu membayar. Dan hebatnya, tidak ada calo yang menjual catutan. Artinya setiap orang harus mengambil tanggung jawab untuk mengembangkan dirinya. Sejalan dengan itu, setiap perusahaan, setiap partai politik, setiap negara atau organisasi apa pun harus mengambil tanggung jawab serupa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Sumber : Joe Girard van Detroit oleh Jansen H Sinamo, Direktur Jansen Sinamo WorkEthos Training Center)</p>
<div id="_mcePaste" class="mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 9px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Kalau Muhamad Ali jago tinju dunia. siapakah jago jual<br />
dunia? Kalau Anda belum pernah bekerja di bidang penjualan mobil, saya<br />
tidak yakin Anda akan mengenalnya. Dia adalah Joe Girard, world-class<br />
achiever di bidangnya. Saya ingin memperkenalkan kepada Anda sang<br />
legendaris ini. Nama Joe Girard yang kini tercatat abadi sebagai World’s<br />
Greatest Salesman menurut The Guinness Book of World Records. Latar<br />
belakangnya yang miskin penuh derita membuat suksesnya lebih<br />
bercahaya. Joe Girard adalah pahlawan wiraniaga terbesar yang bisa<br />
disejajarkan dengan Rudy Hartono di bulu-tangkis, Karpov di catur,<br />
atau Pele di sepakbola. <span id="more-519"> </span>Joe Girard, yang tinggal di Detroit ini, selama 12 tahun berturut-<br />
turut berhasil menjual puluhan ribu mobil –sendirian– dengan rata-<br />
rata penjualan 6 kendaraan per hari. Penjualan ini ekivalen dengan<br />
kinerja sebuah dealer mobil berukuran top di Indonesia dengan<br />
dukungan karyawan 30-an orang.&nbsp;</p>
<p>Bulan Oktober 1992 dia datang ke Indonesia dan memukau ratusan<br />
pendengarnya, yang membayar US$ 250.00 per orang, dalam seminar<br />
setengah hari di Jakarta Hilton. Di sana ia menceritakan kiat-kiatnya<br />
menjadi jago dunia.</p>
<p>Berikut adalah analisis saya tentang profil keberhasilan spektakuler<br />
Joe Girard yang saya dengar dari ceramah itu, dan dilengkapi oleh<br />
informasi dari beberapa buku tulisannya. Sekaligus saya ingin mencoba<br />
mendeskripsikan profil seorang jago dunia secara umum.</p>
<p><strong>1. Jago Dunia Memiliki Tekad Baja</strong><br />
Barangkali karakter Joe Girard yang paling menonjol adalah niat dan<br />
tekadnya yang sangat kuat untuk berhasil. Anda dapat menerjemahkan<br />
niat dan tekad ini sebagai ambisi suci, keinginan mulia, atau<br />
kerinduan agung. Apa pun namanya, niat besar ini telah memberinya<br />
semacam tenaga batin (inner power) yang luar biasa untuk meretas<br />
belenggu-belenggu kegagalan dan keterbatasan, serta meraih sukses<br />
dalam karirnya.</p>
<p>Untuk berhasil, apalagi sampai tingkat dunia seperti Joe Girard,<br />
sejumlah hambatan dan rintangan seperti kemalasan, ketakutan, godaan,<br />
keterbatasan pengetahuan, keterbatasan relasi, kurang fa-silitas,<br />
kurang modal dan 1001 kekurangan lainnya harus diatasi.</p>
<p>Joe Girard sendiri tidak lulus SMP, dibesarkan di daerah kumuh oleh<br />
seorang ayah mafia kelas teri, berkali-kali ditangkap polisi karena<br />
mencuri dan kriminal lainnya. Latar belakangnya sungguh muram. Tetapi<br />
tekadnya untuk berhasil lebih kuat daripada kelemahan yang<br />
membelenggu dirinya. Hal itu pula yang memampukannya mengatasi<br />
kelaparan, kehausan, kelelahan, tekanan, ejekan, pelecehan, salah<br />
pengertian, bahkan tantangan dan ancaman.</p>
<p><strong>2. Jago Dunia Digerakkan Oleh Visi</strong><br />
Joe Girard sangat fasih menuturkan apa yang dikehendakinya, seolah-<br />
olah impiannya tersebut sudah ada, sudah terlihat, sudah nyata.<br />
Kemampuannya menyentuh ikhwal imajiner ini bahkan sudah sampai ke<br />
tahap emosional, artinya emosinya sudah mampu merangsang kehendaknya<br />
atas hasil masa depan yang dirindukannya. Inilah yang secara praktis<br />
saya sebut dengan visi atau sasaran agung, yakni kemampuan melihat<br />
dan merasakan sesuatu pada ruang masa depan.</p>
<p>Apa manfaat praktis dari sebuah visi? Manfaat terbesar adalah<br />
menyediakan arah, tuntunan, dan gairah hidup bagi sang visioner.<br />
Dengan demikian, upaya dan kegiatannya menjadi efektif dan sekaligus<br />
juga efisien. Di pihak lain, orang yang tidak punya visi gampang<br />
teralihkan dan kemudian terombang-ambingkan. Ia tidak tahu apa yang<br />
dikehendakinya. Kadang, meskipun tahu, tetapi tidak sejelas kristal,<br />
dengan akibat tidak punya daya, powerless.</p>
<p><strong>3. Jago Dunia Tekun dan Tabah</strong><br />
Ketekunan dan ketabahan adalah kemampuan menyelesaikan suatu<br />
pekerjaan sampai tuntas, selesai dan berhasil, apa pun halangannya.<br />
Lawan sifat ini adalah gampang menunda. Orang yang tidak tekun mudah<br />
menyerah pada godaan sesaat –menyimpang dari rel visi– yang umumnya<br />
dapat digolongkan pada tiga kategori: nafsu mata, nafsu perut, dan<br />
nafsu libido.</p>
<p>Meskipun pemenuhan nafsu-nafsu di atas tidak salah, bahkan esensial<br />
bagi eksistensi kehidupan kita, tetapi pemenuhan berlebihan<br />
(indulgency) tidaklah menyehatkan pada tingkat psikologis. Pada taraf<br />
tertentu, nafsu-nafsu itu perlu didisiplinkan dan ditahan. Secara<br />
umum inilah tujuan paling praktis dari tradisi ber-puasa, berpantang,<br />
bertarak, atau mutih.</p>
<p>Bertekun mengerjakan sesuatu memerlukan pengorbanan, dalam bentuknya<br />
yang khusus, menolak pemenuhan ketiga nafsu di atas untuk sementara,<br />
sampai tugas itu tuntas selesai. Menunda sebuah pekerjaan penting<br />
demi acara tinju di TV misalnya, adalah contoh ketidaktekunan. Cita-<br />
cita menjadi jago dunia pun tinggal ilusi.</p>
<p>Joe Girard memahami arti ketekunan ini. Dia melakoninya hingga<br />
tuntas. Kisahnya memelihara ribuan file pelanggan dan mengirimkan<br />
kepada masing-masing satu kartu khusus setiap bulan adalah salah satu<br />
contoh ketekunannya. Menurut Joe Girard, tidak ada pelanggannya yang<br />
berhenti membeli mobil darinya, kecuali mereka pindah dari Amerika<br />
atau meninggal dunia. Juga, kisah bagaimana ia menelepon pelanggan<br />
sehari penuh sampai malam, memenangkan penjualan yang sangat<br />
dibutuhkannya ada-lah contoh ketabahannya. Dan ketekunan dan<br />
ketabahannya membuahkan hasil.</p>
<p><strong>4. Jago Dunia Selalu Berpikir Positif</strong><br />
Mental positif adalah sikap dasar dalam mendekati segala sesuatu<br />
dengan positif. Sikap positif berakar pada sejumlah keyakinan yang<br />
juga positif seperti: bekerja itu sehat; kejujuran adalah modal<br />
dasar; tanpa komitmen tiada sukses; apa pun yang terjadi selalu ada<br />
manfaatnya; kerjasama adalah kunci sukses; tahan menderita adalah<br />
sehat; hari esok tak sama dengan hari kemarin; selalu ada cara yang<br />
lebih baik dari cara sekarang; melayani berarti memimpin; memaafkan<br />
itu menyehatkan jiwa; dan 1001 keyakin-an positif lainnya.</p>
<p>Joe Girard digelari sebagai The Positive Thinker No. 1 oleh Norman<br />
Vincent Peale, pengarang buku laris sepanjang zaman The Power of<br />
Positive Thinking. Dan gelar ini memang betul. Jika kita membaca buku<br />
Joe Girard, maka semangat yang paling menonjol adalah pikiran<br />
positif. Ia bahkan mampu mentransformasikan residu pengalaman<br />
negatifnya dari masa lampau menjadi tenaga pendorong positif bagi<br />
hidupnya di masa kini. Misalnya gelar sebagai “anak tidak becus” yang<br />
diberikan ayahnya sambil memukuli dirinya ketika ia masih SD –yang<br />
membekaskan luka dalam di hatinya– menjadi pemecut semangatnya untuk<br />
membuktikan sebaliknya. Tiap kali ada tendensi ia membelok dari cita-<br />
citanya, diingatkannya dirinya bahwa “anak tidak becus” akan menjadi<br />
kenyataan.</p>
<p><strong>5. Jago Dunia Selalu Bersemangat dan Antusias</strong><br />
Barangsiapa pernah melihat Joe Girard berbicara, maka dia pasti<br />
setuju bahwa antusiasme superior adalah ciri khas tokoh kita ini. Ia<br />
berlari, melompat, dan berteriak di panggung seminar. Suaranya<br />
melengking, bergetar, atau membahana di mana perlu. Lain kali<br />
suaranya mengecil dan berbisik sambil menangis. Ia berbicara dengan<br />
hati dan emosinya. Baginya panggung seminar adalah panggung teater.<br />
Ia bukan tipe seminaris yang membaca makalah dengan kering dan<br />
membosankan.</p>
<p>Akan tetapi, di luar panggung pun, Joe Girard sungguh-sungguh<br />
antusias. Ia menyapa orang-orang dengan hangat dan bersemangat. Bila<br />
kita berbicara dengannya daya magnetik pribadinya sungguh-sungguh<br />
memikat dan memukau. Kita merasa disemangati, diisi baterainya dan<br />
dikuatkan. Tidak heran, calon-calon pembeli mobilnya begitu terpikat<br />
dan membeli mobilnya dengan senang. Bahkan dikisahkannya, seorang<br />
wartawan yang semula cuma berniat mewawancarainya, akhirnya membeli<br />
mobil usai acara karena the power of enthusiasm ini.</p>
<p><strong>6. Jago Dunia Pandai Dalam Relasi Antarmanusia</strong><br />
Bisnis berarti hubungan dengan banyak orang. Semakin maju bisnis<br />
kita, semakin banyak kita harus berhubungan dengan orang lain. Konon<br />
BCA dengan tabungan TAHAPAN yang terkenal itu saja harus melayani<br />
sekitar 20 juta nasabah. Suatu jumlah yang lebih besar dari penduduk<br />
Malaysia. Berarti BCA harus membina hubungan dengan nasabah sebanyak<br />
itu. Dapat ditebak bahwa salah satu sukses BCA adalah kemampuan<br />
mereka menangani manusia. Sebaliknya dapat dipastikan, problem nomor<br />
satu pun adalah people relations juga.</p>
<p>Joe Girard menjual secara pribadi sekitar 1.500 mobil per tahun,<br />
berarti ia harus menjumpai lebih banyak lagi calon pembeli. Sesudah<br />
itu pelanggannya dipelihara melalui surat, telepon atau undangan<br />
khusus. Hasilnya 80% penjualannya adalah repeat order, yaitu<br />
penjualan berulang. Sulit dibayangkan bagaimana Joe Girard bisa<br />
sukses tanpa human relations yang canggih.</p>
<p>Dari percakapan dengan Joe Girard, mendengar ceramahnya, dan membaca<br />
bukunya, saya simpulkan bahwa prinsip utama human relations yang<br />
diterapkannya adalah “menyukai orang lain secara sungguh-sungguh.”<br />
Dalam bahasa lain dia berkata: to love my customers honestly,<br />
genuinely, sincerely.</p>
<p>Motto Joe Girard: I Like You dengan logo apel merah, telah menjadi<br />
identitas pribadinya. Ia mengucapkannnya, menerapkannya,<br />
menghayatinya dan mengkristalkannya dalam bentuk lambang dan suvenir.<br />
Tak heran Tom Peters memujinya dalam In Search of Excellence sampai<br />
dua halaman. “Joe Girard seems to care genuinely,” komentar Tom<br />
Peters mengakhiri analisisnya.</p>
<p><strong>7. Jago Dunia Kreatif Otaknya</strong><br />
Menjadi jago dunia adalah dambaan banyak orang. Kita punya energi,<br />
semangat, antusiasme, keterampilan, dan percaya diri. Itu baik dan<br />
itu sangat perlu. Tetapi tanpa strategi dan taktik yang tepat semua<br />
itu kurang berguna. Fakultas yang membimbing kualitas-kualitas di<br />
atas menjadi jago dunia ialah kecerdasan.</p>
<p>Perpustakaan saya berisi lebih dari 3 lusin literatur kewiraniagaan,<br />
tetapi jarang buku-buku tersebut menawarkan ide dan konsep baru. Buku-<br />
buku Joe Girard (3 buah banyaknya) boleh dikatakan mengandung 85%<br />
konsep-konsep standar kewiraniagaan dan 15% ide-ide baru.</p>
<p>Nah, di sini cerdasnya Joe Girard yang tidak lulus SMP itu. Dua di<br />
antara ide-ide baru tersebut yang sangat orisinil adalah Hukum Girard<br />
250 dan Sistem mailing 12 bulan.</p>
<p>Hukum Girard 250 berkata bahwa setiap wiraniaga mempunyai pelanggan<br />
alamiah sebanyak 250 orang. Menurut Girard, dari temuannya di kantor<br />
Dinas Pemakaman, rata-rata orang mati dilayat oleh 250 orang. Girard<br />
menafsirkan, terdapat 250 orang yang sangat dekat secara emosional<br />
dengan almarhum, sehingga sampai bersedia meluangkan waktu ke rumah<br />
duka dan ke pemakaman. Nah, fenomena alamiah ini, membuat Girard<br />
berpikir bahwa terdapat 250 orang juga yang karena kedekatan<br />
emosionalnya, bersedia “berkorban” untuk seorang wiraniaga, mulai<br />
dari diganggu telepon, didatangi, dijelasi brosur, dan akhirnya<br />
membeli.</p>
<p>Maka Girard menetapkan bahwa sebagai langkah awal, dia harus bisa<br />
mengumpulkan 250 orang prospek untuk dilayani, dipelihara, dan<br />
dijuali. Dengan modal pelanggan sebanyak 250 orang ini, ekspansi<br />
pelanggan selanjutnya menjadi mudah.</p>
<p>Sistem mailing 12 bulan adalah sistem pelayanan pelanggan dimana<br />
semua pelanggannya –tanpa kecuali– pasti menerima 12 buah surat<br />
dalam setahun dari Joe Girard sendiri. Yang menarik adalah bahwa<br />
setiap bulan amplopnya berbeda baik warna maupun ukurannya. Bukan<br />
cuma itu, ucapannya pun berbeda. Mulai dari Selamat Tahun Baru<br />
(Januari), Selamat Hari Valentine (Februari), sampai Selamat Natal<br />
(Desember). Dan salah satunya tentu: Selamat Ulang Tahun dari Joe<br />
Girard. Konon surat bulanan Joe Girard selalu ditunggu-tunggu oleh<br />
puluhan ribu pelanggannya.<br />
<strong><br />
8. Jago Dunia Menjunjung Tinggi Kejujuran</strong><br />
Joe Girard menyediakan satu pasal penuh dalam bukunya untuk membahas<br />
aplikasi kejujuran dalam bisnis di bawah judul Honesty Is the Best<br />
Policy. Barangsiapa beranggapan kejujuran tidak berguna dalam bisnis,<br />
saya anjurkan membaca pasal ini.</p>
<p>Tesis Joe Girard adalah: kejujuran adalah landasan kepercayaan;<br />
kepercayaan adalah basis hubungan baik; dan hubungan baik adalah<br />
medium hubungan bisnis yang langgeng. “Jadi, jika ingin berbisnis<br />
dengan langgeng, jujurlah kepada para pelanggan. Mereka akan respek,<br />
percaya dan datang kembali,” tegas Joe Girard.</p>
<p>Memang terasa absurd berusaha melayani pelanggan agar terjadi<br />
customer satisfaction, tetapi kemudian membohongi mereka. Ini ibarat<br />
menuang nila semangkok ke dalam belanga susu yang kita jual. Bukan<br />
laba yang kita peroleh melainkan mara.</p>
<p><strong>9. Jago Dunia Jago Berkomunikasi</strong><br />
Temu muka dengan Joe Girard adalah pertemuan yang penuh semangat.<br />
Tidak ada kepasifan. Ia senantiasa aktif: bertanya, menyapa, memuji,<br />
mensugesti atau mendengar. Akibatnya kita ikut terbawa aktif. Ia<br />
tidak hanya menggunakan mulutnya tetapi juga tubuh, mata, tangan dan<br />
senyumnya. Pokoknya ia adalah seorang yang aktif-positif-dinamis<br />
dalam berkomunikasi.</p>
<p>Dalam proses komunikasi ini, ia menghilangkan jarak dan rasa takut<br />
antarmanusia. Sebaliknya tercipta suasana enak, segar dan<br />
menyenangkan yang membuat kita menerima dia, menyenangi dia, meyakini<br />
apa katanya, dan tentu akhirnya membeli mobilnya. Ia pandai sekali<br />
mengkomunikasikan isi hatinya dan isi kepalanya dengan positif,<br />
sehingga residu emosi negatif kita hilang digantikan dengan yang<br />
positif.</p>
<p><strong>10. Jago Dunia Selalu Bersikap Konsisten</strong><br />
Semua orang setuju bahwa pelaku bisnis itu harus ramah, baik,<br />
melayani, menolong, memberi perhatian, menghormati dan berusaha<br />
memuaskan pelanggannya. Namun, kata Tom Peters, “Kebanyakan kita<br />
tidak sungguh-sungguh menerapkannya. Hanya mereka yang excellent –<br />
jago dunia– yang menerapkannya secara sungguh-sungguh, tuntas, dan<br />
konsisten.”</p>
<p>Joe Girard menerapkan kiatnya, ilmu dan falsafah bisnisnya dengan<br />
konsisten. Hasilnya adalah kemajuan dan pertumbuhan. Jika akhirnya ia<br />
terkenal ke seluruh dunia, kaya dan populer, hal itu merupakan buah<br />
yang wajar dari konsistensi perilakunya. Konsistensi adalah akar<br />
keberhasilan sejati.</p>
<p>Merenungkan kisah Joe Girard, kita dapat menarik sebuah kesimpulan:<br />
bahwa menjadi world-class achiever tidaklah mudah. Tanpa kemampuan<br />
dan keahlian, khususnya tanpa motivasi superior dan stamina ekstra,<br />
seseorang tidak mungkin menjadi achiever besar. Maka pertanyaan<br />
penting adalah, dari manakah sang achiever memperoleh motivasinya<br />
sehingga ia dapat bertahan dalam arena kompetitif itu?</p>
<p>Pasti tidak dari sekadar uang saja meskipun dunia para achiever<br />
berkelimpahan dengan uang. Lagipula sudah diketahui bahwa motivasi<br />
uang selalu berbentuk kurva lonceng (bell shaped curve), maksudnya<br />
uang memang memotivasi orang, tetapi sesudah uang tersebut diperoleh,<br />
tingkat motivasinya akan turun dan melandai; mendaki mencapai puncak<br />
kurva lonceng lalu menurun menuju dasar kurva.</p>
<p>Studi saya menyimpulkan bahwa motivasi ekstra seorang achiever<br />
ternyata selalu berasal dari ruang moral-spiritual. Dari ruang inilah<br />
dapat digali pelbagai macam motivasi super, seperti demi negara, demi<br />
bangsa, demi kekasih hati, demi keindahan, demi perdamaian, demi<br />
demokrasi, demi kemajuan peradaban, demi nama keluarga, demi<br />
pengembangan diri menuju puncak kesem-purnaan, dan sebagainya.</p>
<p>Intinya, motivasi agung ini berasalah dari sebuah falsafah yang ideal<br />
dan keyakinan kuat bahwa pencapaian itu adalah baik, benar, dan<br />
mulia. Motivasi super inilah yang mampu mendukung stamina jangka<br />
panjang, terbangkitkan oleh energi psiko-emosional, seperti kekuatan<br />
kekuatan cinta, kekuatan harapan, dan kekuatan impian.</p>
<p>Dalam dunia modern dimana kompetisi antarmanusia, antar-organisasi,<br />
dan antarbangsa telah menjadi norma, maka high achievement di segala<br />
bidang menjadi tiket masuk ke arena pertandingan. Tanpa itu kita cuma<br />
jadi penonton. Dan sebagai penonton, kita harus selalu membayar. Dan<br />
hebatnya, tidak ada calo yang menjual catutan. Artinya setiap orang<br />
harus mengambil tanggung jawab untuk mengembangkan dirinya. Sejalan<br />
dengan itu, setiap perusahaan, setiap partai politik, setiap negara<br />
atau organisasi apa pun harus mengambil tanggung jawab serupa.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.santosoputra.com/joe-girard-van-detroit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Joe Girard</title>
		<link>http://www.santosoputra.com/belajar-dari-joe-girard/</link>
		<comments>http://www.santosoputra.com/belajar-dari-joe-girard/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 13:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Joe Girard]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Salesman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.santosoputra.com/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak mengenal Joe Girard? Dia adalah seorang super salesman automotive yang tercatat dalam Guinness Book of Record sebagai top salesman sepanjang masa. Mau tahu record yang diciptakannya? Seorang Joe Girard melakukan penjualan mobil rata-rata 3 unit PER HARI. Jadi dalam 15 tahun karirnya sebagai salesman Chevrolet di Detroit, ia berhasil menjual sebanyak 13.001 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.santosoputra.com/wp-content/uploads/2011/06/joegirard.jpg" alt="" title="joe girard" width="111" height="175" class="alignleft size-full wp-image-902" />Siapa yang tidak mengenal Joe Girard? Dia adalah seorang super salesman automotive yang tercatat dalam Guinness Book of Record sebagai top salesman sepanjang masa. Mau tahu record yang diciptakannya? Seorang Joe Girard melakukan penjualan mobil rata-rata 3 unit PER HARI. Jadi dalam 15 tahun karirnya sebagai salesman Chevrolet di Detroit, ia berhasil menjual sebanyak 13.001 unit!! (Bandingkan dengan standar produktivitas seorang salesman golongan S3 Daihatsu di Indonesia sebesar 3 unit PER BULAN, 72 unit per tahun, 1.080 unit dalam 15 tahun).</p>
<p>Jadi betapa produktifnya Joe Girard&#8230; dan tentu saja kaya raya. Ia adalah contoh hidup yang sangat baik yang menunjukkan pada dunia bahwa profesi salesman adalah profesi yang membanggakan. Melalui profesinya ini, ia telah menolong ribuan orang untuk memperoleh mobil idaman mereka.</p>
<p>Pertanyaannya adalah, bagaimana seorang Joe Girard melakukan hal itu? Berikut ini adalah salah satu cerita di antaranya, yang memberikan insight kepada kita sekitar sikap kita terhadap pekerjaan, perusahaan dan customer kita.<br />
<span id="more-899"></span><br />
Joe Girard memiliki prinsip: uruslah bisnis anda sendiri dan jangan bergantung pada orang lain. Lho, bukankah dia bekerja di suatu dealership sebagai salesman? Betul, tapi ia memperlakukan pekerjaannya itu sebagai bisnisnya sendiri. Hal inilah yang membawa pembedaan bagaimana ia bekerja. Bila ia bersikap sebagai salesman biasa, ia akan mengharapkan gaji dan insentif dari perusahaan, tapi bila ia bersikap sebagai businessman, maka dalam perilaku pekerjaannya akan ada pertimbangan investasi, loyalitas, untung rugi, resiko, customer service, dsb.</p>
<p>Dikisahkan, suatu ketika seorang customernya complain bahwa mobil barunya yang dia beli melalui Joe Girard mengalami kebocoran oli. Joe Girard mengatakan tidak ada masalah, bawa saja ke bengkel perusahaannya untuk diperiksa. Rupanya para mekanik mengalami kesulitan menemukan sumber kebocoran tsb, sehingga mobil customer tsb harus menginap beberapa hari. Tanpa diminta oleh customer, Joe Girard segera menawarkan apakah dia memerlukan mobil pengganti selama mobilnya masuk bengkel. Customer kira hal tsb adalah standar pelayanan dari dealer tsb, jadi ia menerimanya. Padahal hal tsb dilakukan oleh Joe dari kantongnya sendiri! Hal ini baru diketahui oleh customer pada waktu ia memulangkan mobil pengganti tsb ke dealer tempat Joe Girard bekerja.</p>
<p>Nah, sampai di sini&#8230; bila kita bayangkan diri kita sebagai customer, apa pandangan kita kepada Joe Girard, yang dengan koceknya sendiri telah mengorbankan keuntungannya demi kepuasan customernya? Kita tentu akan sangat berterima kasih dan akan memiliki persepsi bahwa seorang Joe Girard-lah yang patut direkomendasikan bila ada relasi kita yang membutuhkan mobil. Begitulah cara Joe Girard membangun loyalitas customernya.</p>
<p>Tidak cukup sampai disitu&#8230; ternyata kebocoran oli tsb tetap tidak ditemukan akar masalahnya. Informasi dari kantor pusat bahwa memang dari 1000 unit mobil ada 1 &#8211; 2 unit yang demikian, jadi hal itu biasa. BIASA?! tanya Joe Girard. Bagi Chevrolet memang hal itu tidak berarti, tapi bagi customernya, hal itu adalah SEGALA-GALANYA! Lihatlah cara pandang Joe Girard, ia memiliki sudut pandang yang tepat! Berapa banyak di antara kita telah mengabaikan kepuasan customer kita dengan berlindung pada fenomena BIASA TERJADI?</p>
<p>Joe Girard tidak berhenti dengan kata BIASA. Ia berjuang untuk menjaga kepuasan customernya dengan maju ke tingkat regional. Di tingkat regional ditolak, ia maju sampai ke pimpinan puncak. Dengan tiket pesawat yang ia bayar dari koceknya sendiri ia terbang ke kantor pusat Chevrolet untuk bertemu dengan Direkturnya. Dia mengatakan: KITA punya masalah! (perhatikan bahwa dia tidak mengatakan SAYA punya masalah, tapi KITA. Sesungguhnya memang Chevroletlah yang punya masalah, bukan hanya Joe. Reputasi Chevroletlah yang dipertaruhkan di sini). Akhirnya mobil customer tsb diganti dengan unit yang baru.</p>
<p>Sekali lagi, mari kita refleksikan; bila kita menjadi customernya Joe Girard, apa yang akan kita katakan tentang orang ini? Bukankah ketika kita ingin membeli mobil kita pasti ingin dilayani oleh orang seperti Joe Girard? Ada kebanggaan tersendiri bila kita membeli mobil dari Joe Girard. Itulah sebabnya, bagi seorang Joe Girard, bukan dia yang mencari customer, tapi customerlah yang mencari dia. Luar Biasa!</p>
<p>(Credit link : sumber dari <a href="http://www.togives.co.cc/2011/04/belajar-dari-joe-girard.html" target="_blank">http://www.togives.co.cc/2011/04/belajar-dari-joe-girard.html</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.santosoputra.com/belajar-dari-joe-girard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanya Jawab</title>
		<link>http://www.santosoputra.com/tanya-jawab/</link>
		<comments>http://www.santosoputra.com/tanya-jawab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 09:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.santosoputra.com/?p=992</guid>
		<description><![CDATA[Under construction]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Under construction</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.santosoputra.com/tanya-jawab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Model Kepemimpinan Menurut Fisika</title>
		<link>http://www.santosoputra.com/model-kepemimpinan-menurut-fisika/</link>
		<comments>http://www.santosoputra.com/model-kepemimpinan-menurut-fisika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 06:31:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Santoso Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.santosoputra.com/?p=1000</guid>
		<description><![CDATA[Fisika adalah ilmu tentang alam. Dalam fisika, kita belajar apa yang menyebabkan alam terlihat harmoni. Misalnya kita belajar apa yang menyebabkan planet-planet dapat mengorbit matahari secara teratur. Atau apa yang membuat elektron-elektron mengorbit inti atom. Selama ratusan tahun, para fisikawan mempelajari aturan-aturan yang membuat alam semesta ini terlihat harmoni. Aturan-aturan ini kemudian dikenal sebagai hukum-hukum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Fisika adalah ilmu tentang alam. Dalam fisika, kita belajar apa  yang menyebabkan alam terlihat harmoni. Misalnya kita belajar apa yang  menyebabkan planet-planet dapat mengorbit matahari secara teratur. Atau  apa yang membuat elektron-elektron mengorbit inti atom.</p>
<p>Selama ratusan tahun, para fisikawan mempelajari aturan-aturan yang  membuat alam semesta ini terlihat harmoni. Aturan-aturan ini kemudian  dikenal sebagai hukum-hukum fisika.</p>
<p>Pada waktu saya mempelajari hukum-hukum Fisika, saya berpikir, jika  hukum-hukum ini dapat mengatur gerak alam semesta, apakah mungkin  hukum-hukum ini juga dapat digunakan untuk mengatur orang, organisasi,  perusahaan, daerah ataupun negara? Apa yang kita dapat manfaatkan hukum  Fisika ini dalam kepemimpinan?</p>
<p>Dalam Fisika, ada empat hukum atau fenomena yang menarik  yaitu fenomena gerak benda dan penyebabnya <strong>(fenomena Newton)</strong>, fenomena relativistik <strong>(fenomena Einstein)</strong>, fenomena ketidakpastian <strong>(fenomena kuantum)</strong> dan fenomena pengaturan diri ketika suatu sistem berada pada kondisi kritis, yang saya namakan <strong>fenomena mestakung.</strong></p>
<p>Tiap-tiap fenomena ini terjadi  pada situasi dan kondisi tertentu  yang unik. Merupakan hal menarik melihat bagaimana hukum-hukum fisika  bekerja pada tiap-tiap fenomena dan diterapkan dalam konsep  kepemimpinan.</p>
<p><strong>Fenomena Newton</strong></p>
<p>Pada sekitar abad ke-18, Newton memperkenalkan tiga hukum gerak.  Menurut hukum pertama,  benda cenderung mempertahankan keadaannya (malas  berubah) jika tidak ada yang mengganggunya. Sedangkan menurut hukum  kedua, benda dapat berubah jika mendapat gaya.  Makin besar gaya, makin  besar  perubahannya.  Hukum ketiga menunjukan bahwa benda yang mendapat  gaya aksi akan memberikan gaya reaksi yang besarnya sama dengan gaya   aksi tersebut.</p>
<p>Ketiga hukum Newton ini bekerja optimum pada sistem inersial (sistem  yang tenang, stabil, tidak dipercepat atau tidak dalam keadaan <em>chaos</em>).</p>
<p>Dalam kepemimpinan,  hukum Newton ini dapat diterapkan pada kondisi  organisasi  yang tenang atau dibuat tenang. Pada  kondisi tenang orang  cenderung malas bergerak (ini sesuai dengan hukum I Newton).  Pemimpin  yang dibutuhkan di sini adalah pemimpin yang tegas dalam memutuskan  sesuatu (termasuk dalam <em>award</em> dan <em>punishment</em>), keras  (otoriter), mempunyai visi jelas dan terukur serta mempunyai daya  dobrak. Visi menjadi salah satu  gaya atau pendorong untuk mempercepat  kemajuan organisasi ini (hukum II Newton). Dengan daya dobrak yang  dimiliki, pemimpin ini akan mampu menghadapi kelembaman (kemalasan) dari  orang-orang yang dipimpinnya dan mampu memberikan stimulir-stimulir  agar organisasi terus bergerak.  Sikap tegas dan keras dibutuhkan untuk  membuat kondisi tenang, stabil dan bergairah. Hasil akan lebih optimum  jika organisasi mempunyai  SDM (sumber daya manusia)  atau SDA (sumber  daya alam) yang kuat.</p>
<p>Indonesia pada masa orde baru adalah contoh yang baik untuk  kepemimpinan model ini. Almarhum Soeharto dengan ketegasannya membuat  negara tenang secara  militer.  Kemudian ia memperkenalkan visi yang  terukur dalam bentuk REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Ia terus  memberikan stimulir-stimulir sehingga roda perekonomian terus bergerak  dan makin lama, makin cepat. Kemajuan demi kemajuan dicapai karena  ditopang juga oleh SDA Indonesia yang luar biasa.</p>
<p>China juga melakukan hal yang serupa. Saat ini dalam situasi yang  tenang, China mempercepat pembangunan dengan memberikan  stimulir-stimulir bagi para investor. Para ilmuwan dipanggil untuk  pulang kampung, menjadi gaya-gaya penggerak perekonomian. Keberhasilan  China ini juga karena mereka mempunyai SDM yang sangat bagus.</p>
<p>Pada era otonomi daerah ini, kepemimpinan model ini dibutuhkan untuk  daerah-daerah yang SDA-nya luar biasa banyak tetapi masih kelihatan  lambat majunya seperti daerah-daerah di Indonesia Timur.</p>
<p>Hal esensial lain dalam kepemimpinan model Newton ini adalah  diperlukannya sifat otoriter dan tegas dari sang pemimpin. Pemimpin  harus tegas untuk menjamin organisasi yang dipimpinnya tetap tenang dan  aman. Tidak boleh ada oposisi. Mereka yang berusaha menimbulkan  goncangan harus segera diredam.</p>
<p><strong>Fenomena Einstein<br />
</strong><br />
Pada awal abad ke-20, Einstein memperkenalkan teori relativitasnya.  Menurut teori ini, tidak ada gerak absolut. Semua gerak bersifat  relatif.</p>
<p>Misal ketika kita naik kereta api, kita merasa seolah-olah kita diam,  tetapi pohon-pohon bergerak. Atau yang paling jelas saat ini kita  berada dibumi. Kita merasa bahwa kita diam, mataharilah yang bergerak  dari Timur ke Barat. Padahal kenyataannya bumi lah yang bergerak  mengelilingi Matahari. Matahari menganggap dirinya diam, padahal menurut  pusat galaksi, matahari bergerak memutari pusat galaksi.  Pada gerak  relativistik ini, mereka yang bergerak paling cepatlah, yang paling  menonjol.</p>
<p>Kondisi yang cocok untuk fenomena ini adalah kondisi pada masyarakat  demokrasi (misalnya negara-negara barat) dimana setiap orang merasa  dirinya paling benar (relatif), paling berjasa, dan paling berhak  memimpin. Perhatikan pada proses pemilihan presiden Amerika Serikat yang  sedang berlangsung. Dari Partai Demokrat Obama dan Hillary merasa  mereka yang paling cocok untuk jadi pemimpin, demikian juga dari Partai  Republik, Mc Cain dan Romney saling mengunggulkan dirinya bahwa  merekalah yang paling cocok jadi pemimpin. Mereka merasa visi merekalah  yang paling benar untuk kemajuan Amerika Serikat.</p>
<p>Dalam kondisi relatif ini akan terdapat banyak oposisi. Oposisi akan  selalu menganggap dirinya lebih benar dari lawannya. Mereka berusaha  mencari-cari kesalahan lawannya lalu sekali saja ia menemukan kesalahan  lawannya, ia langsung menghantamnya.</p>
<p>Pemimpin yang dibutuhkan pada kondisi ini adalah pemimpin yang  mempunyai keunggulan-keunggulan dalam visi, mempunyai integritas tinggi  dalam menjalankan visi itu dan mau kerja keras serta bergerak cepat  dalam merealisasikan program-program yang mendukung visi yang unggul  itu.</p>
<p>Kecepatan bergerak (dinamika) dan integritas sangat diperlukan karena  mereka terus-menerus dipantau oleh oposisi. Integritas sangat perlu,  kalau mereka sampai jatuh habislah mereka.</p>
<p>Kepemimpinan Clinton dapat dijadikan contoh yang baik untuk  kepemimpinan model ini. Dengan visinya yang lebih unggul dari Bush  senior, Clinton mampu menjadi presiden. Begitu jadi presiden, ia begitu  dinamisnya sehingga roda perekonomian Amerika menjadi sangat maju di  jaman Clinton ini. Namun ia tidak sadar bahwa ia terus diamati oposisi  sampai hal yang sekecil-kecilnya. Karena ia tidak hati-hati ia  terpeleset oleh wanita dan dihabisi oleh oposisi.  Sayang sekali,  padahal kalau tidak, ia bisa jadi salah satu presiden terbesar Amerika  Serikat.</p>
<p>Di Indonesia, daerah-daerah terutama kota-kota besar (seperti  Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makasar dsb) yang mempunyai  banyak keragaman membutuhkan kepemimpinan model ini.</p>
<p><strong>Fenomena Kuantum</strong></p>
<p>Fisika kuantum berkembang secara luar biasa pada abad ke-20.  Perkembangan teknologi yang begitu luar biasa saat ini terjadi karena  perkembangan fisika kuantum. Televisi, kulkas, handphone, radio, lampu  neon, internet, dan semua alat elektronik yang kita kenal sekarang,  berkembang karena perkembangan fisika kuantum ini.</p>
<p>Dalam fisika kuantum, kita mengenal prinsip ketidakpastian. Segala  sesuatu tidak  pasti sampai kita mengalami sendiri (melakukan eksperimen  dan melihat  hasilnya). Tidak ada yang pasti di alam  ini. Segala  sesuatu mempunyai  peluang. Bahkan untuk suatu hal yang mustahil pun ada  peluang.</p>
<p>Einstein seorang ilmuwan yang menentang teori fisika kuantum pernah  menanyakan pada Niels Bohr (dan tokoh-tokoh fisika kuantum lain), jika  segala sesuatu di alam ini tidak pasti, apakah Tuhan ini sedang bermain  dadu dengan alam semesta? (menurut Einstein God does not play dice).  Tetapi bukti-bukti eksperimen menunjukkan teori fisika kuantum benar.  Segala sesuatu tidak pasti dan segala sesuatu mempunyai peluang.</p>
<p>Fenomena kuantum ini cocok untuk mereka yang berada pada suasana  dengan  ketidakpastian tinggi. Seperti perusahaan yang bermain dengan  resiko, daerah-daerah konflik ataupun  negara yang sedang dalam keadaan  kalut akibat perubahan suatu sistem.</p>
<p>Pemimpin yang bisa bertahan dalam situasi yang penuh ketidakpastian  ini adalah pemimpin yang kreatif (punya ide-ide dan terobosan-terobosan  baru), berani mengimplentasikan pemikiran kreatifnya walau dengan resiko  yang tinggi, berani spekulasi (bertindak) tapi didukung dengan  perhitungan yang baik, dan tegas.</p>
<p>Rusia ketika masa transisi  mengalami ketidakpastian yang sangat  tinggi. Rubel sangat lemah, perekonomian amburadul, percaya diri sebagai  bangsa turun drastis. Tidak ada kepastian. Tiap orang berusaha mencari  keuntungannya sendiri. Putin dengan kepemimpinan yang kuat, tegas,  cermat, berspekulasi dan berani ambil resiko mampu mengembalikan Rusia  menjadi negara yang dihormati lagi dengan perekonomian yang lebih  stabil.</p>
<p><strong>Fenomena Mestakung</strong></p>
<p>Fenomena ini terjadi ketika suatu sistem berada pada keadaan kritis.  Misalnya Ketika pasir dituangkan diatas lantai, pasir akan membentuk  suatu bukit, makin lama pasir makin tinggi. Tapi terjadi keanehan ketika  pasir mencapai ketinggian kritis. Pada ketinggian kritis ini pasir  mengatur diri, mempertahankan kemiringan bukit tetap sama. Sehingga  bukit tidak hancur.</p>
<p>Hal yang sama terjadi ketika angsa-angsa yang tinggal di daerah 4  musim menghadapi musim dingin. Ketika musim dingin tiba angsa berada  pada kondisi kritis. Mereka berdiam diri akan mati kedinginan,  terbangpun mereka akan mati karena daerah yang hangat jaraknya ribuan  kilometer. Kondisi kritis ini membuat angsa-angsa mengatur diri. Mereka  terbang membentuk huruf “V”. Pada formasi ini angsa yang paling lelah  adalah angsa yang terdepan. Ketika angsa ini lelah, angsa angsa lain  mengatur diri menggantikannya satu persatu. Ada pengaturan diri ketika  kondisi kritis.</p>
<p>Orang yang dikejar anjing berada pada kondisi kritis. Pada keadaan  ini sel sel tubuh orang ini akan mengatur diri, memberikan energi lebih  sehingga orang yang semula hanya bisa melompat 1 meter sekarang dapat  melompat 1,5 meter.</p>
<p>Dari tiga peristiwa itu terlihat bahwa ada pengaturan diri ketika  kondisi kritis. Proses pengaturan diri untuk keluar dari kondisi kritis  ini saya namakan mestakung. Ada 3 hukum Mestakung:</p>
<ul>
<li>Hukum 1: pada kondisi kritis, ada jalan keluar</li>
<li>Hukum 2: ketika seorang melangkah untuk keluar dari kondisi kritis, ia akan melihat jalan keluar.</li>
<li>Hukum 3: Ketika seorang melangkah tekun, terjadilah mestakung.</li>
</ul>
<p>Ketiga hukum mestakung ini saya singkat dengan kata KRILANGKUN (KRItis, meLANGkah, teKUN).</p>
<p>Untuk membuat hukum mestakung bekerja, kita harus menciptakan   kondisi kritis. Setelah itu kita harus melangkah. Nah, ketika kita  melangkah dengan tekun inilah, akan terjadilah mestakung (semesta  mendukung). Mestakung akan menciptakan pelipatgandaan hasil, yang tidak  mungkin menjadi mungkin, yang mustahil menjadi kenyataan, terjadi  hal-hal yang luar biasa.</p>
<p>Fenomena mestakung cocok untuk organisasi yang berada dalam kondisi  kritis, perusahaan yang ingin berkembang cepat ataupun daerah yang  berambisi menjadi yang terhebat.</p>
<p>Selama saya seminar Mestakung, banyak perusahaan maupun pribadi sudah  mengalami mestakung ini. Ada yang bercerita ingin sekali kuliah di  Amerika Serikat, kemudian ia melangkah dan melangkah, ketok pintu sana,  ketok pintu sini. Akhirnya jalan terbuka, kini ia berada di Amerika full  scholar ship. Ada juga yang cerita perusahaannya meningkat  keuntungannya 200 % di tahun 2007 yang lalu karena mereka menempatkan  diri pada kondisi kritis lalu melangkah dan melangkah dengan tekun.</p>
<p>Pemimpin yang dibutuhkan dalam situasi ini adalah pemimpin yang <em>gigih </em>(kejar  habis). Pemimpin ini harus punya ambisi besar, mau kerja keras dan  tekun (tidak akan berhenti sebelum tujuan ini tercapai). Pemimpin ini  harus punya ekstra energi dan didukung oleh tim yang juga mempunyai  ambisi yang sama.</p>
<p>Dalam tim yang dibentuk harus muncul kesadaran bahwa mereka tidak  akan berhenti sebelum tujuan dan targetnya tercapai. Mereka harus sadar  bahwa begitu mereka berhenti di tengah jalan maka mestakung tidak akan  bekerja, dan mereka tidak akan berhasil.</p>
<p><strong> Kepemimpinan pada abad ke-21</strong></p>
<p>Abad ke-21 ini adalah abad globalisasi. Organisasi menjadi lebih  kompleks. Orang yang dipimpinpun lebih beragam. Kepemimpinan abad ke-21   yang diharapkan merupakan kombinasi dari empat kepemimpinan di atas.  Pemimpin diharapkan mampu mendeteksi situasi yang dihadapinya dan mampu  merubah gaya kepemimpinannya sesuai dengan situasi tersebut. Kadang  ketika organisasi lesu, pemimpin harus menggunakan kepemimpinan Newton  yang keras dan tegas untuk membuat semua orang bangkit dan bergerak.  Kepemimpinan yang tegas ini perlu ditambah dengan kepemimpinan mestakung  agar setiap orang yang dipimpinnya merasa kritis sehingga mereka lebih  termotivasi untuk maju dan mencapai target setinggi-tingginya. Juga  jangan lupakan kepemimpinan Einstein yang lebih demokratis untuk  memperhatikan setiap input yang masuk dan terus menjaga integritas diri  agar jangan dilibas oleh orang-orang yang iri hati dan dengki. Dan ingat  bahwa pada abad ke-21 tidak ada yang pasti, semua penuh ketidakpastian,  diperlukan tindakan yang nyata dan tegas untuk semua rencana dan visi  yang dimilikinya.</p>
<p>(Prof. Yohanes Surya Ph.D, Rektor Universitas Multimedia Nusantara)</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.santosoputra.com/model-kepemimpinan-menurut-fisika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

